INI masih tentang catatan lama saya. Buku tulisan tangan yang sedang saya baca lagi ini, berkali-kali berhasil membuat saya tersipu sendiri. Malu, senang, heran berbaur menjadi satu. Atau memang begitu rasanya membaca catatan harian masa lalu.
Tentu saya tidak akan menulis ulang semua tulisan saya itu disini. Saya belum cukup punya keberanian untuk itu. Beberapa saja yang hendak saya tampilkan disini. Dua diantaranya, yang akan sampeyan baca ini. Silakan.
Kado Ultah
saat-saat
hitam-putih
dibungkus sekotak waktu
Jember, 13 April 1994
Hujan Pertama
malam ini
kuceritakan lagi kepada waktu
hujan pertama
telah basahi relung dahaga
basuh wajah berdebu dedaunan
ada rindu
bergelayut manja dipundak hari
kala hujan disuatu senja
sekian masa lalu
hujan
berdenting
jatuh digenting
mengantar lagu indah
dari negeri yang jauh
kini,
engkau datang lagi, hujan
berdenting lagi
tetapi adakah kau ingat
lagu yang kau bawa dulu
nyanyikanlah sekali lagi
untukku
Jember, 30 Oktober 1995
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Januari 2012
Jumat, 18 Februari 2011
Malam dalam seutas cinta
secarik sms terlempar
ke rumah tua
di sebuah kursi bambu;
tiada aroma bunga yang dirindui
tiada aroma rindu yang dibungai
malam menepi
berhenti
menyulut sebatang tentang
kunang-kunang yang padam
malam kembali tertatih
terseok
luka terlupa
lupa terluka
'pesanmu telah kuterima'
dia berkata
menyetujui perceraian sirri
malam ini
ke rumah tua
di sebuah kursi bambu;
tiada aroma bunga yang dirindui
tiada aroma rindu yang dibungai
malam menepi
berhenti
menyulut sebatang tentang
kunang-kunang yang padam
malam kembali tertatih
terseok
luka terlupa
lupa terluka
'pesanmu telah kuterima'
dia berkata
menyetujui perceraian sirri
malam ini
Langganan:
Postingan (Atom)