BAGAIMANA
cara istrimu memanggilmu? Njangkar
dengan hanya menyebut namamu saja, atau Mas, atau Pa, atau Yah
seperti caranya mengajari anak-anakmu dulu, tetapi terbawa sampai
sekarang? Celakanya, selama sepuluh tahun pernikahanku dengan Rara
belum juga kami dikaruniai momongan. Celaka lanjutannya, selain Rara
memanggil njangkar
sejak dulu kepadaku, jabatannya kini naik tinggi dengan kesibukan
yang juga menggunung. Bukankah ketika gaji istrimu lebih tinggi
darimu itu adalah juga sebuah kesialan yang nyata?
Rempeyek
benar juga. Celotehnya suatu ketika, “Pilih istri itu jangan
muluk-muluklah. Yang penting perempuan, yang penting punya lubang.”
Bengkel
akan terasa sepi kalau Rempeyek sedang sakit gigi. Celetukannya ada
saja. Juga tentang lubang itu. Ia bilang, lubang adalah isyarat ia
bisa dimasuki, dinafjahi. “Kalau punya istri tapi buntu; apeslah
suaminya. Mau dinafkahi bagaimana wong
ia sudah bisa cari nafkah sendiri, malah bisa mendapat yang lebih
besar dari gaji kita. Olala...”
Namanya
Tifa, tetapi di sekujur wajahnya ada bintik-bintik sebesar kedelai
yang membuatnya dipanggil Rempeyek. Dan ia tidak mempersoalkannya.
Bahkan istrinya, yang menurutnya kecantikannya hanya dua tingkat di
bawah kecantikan bidadari KW 3 itu, pun memanggilnya dengan 'Mas
Peyek' sebagai panggilan sehari-hari.