Kamis, 24 Maret 2022

Satu STB untuk Dua Televisi

LAMA sudah kabar migrasi dari televisi analog ke siaran televisi digital ini digaungkan. Sayangnya, gaung itu sempat laksana suara yang dibunyikan dari kejauhan nun disana. Timbul, tenggelam. Lalu ditanggapinya pun secara sayup-sayup saja. Kalah oleh heboh-heboh hal lain, toh siaran tivi tetap mengudara. Analog. Kadang dapat bonus gambar bersemut, dan suara mendesis.

Ketika sebuah gaung tak bersambut (oh, itu gayung ya?) lambat laun kemudian ada yang nakal meramal: jangan-jangan migrasi siaran televisi dari analog ke digital (yang secara teknologi meruoakan keniscayaan ini) batal. 

Sebuah prediksi sembrono yang sebentar lagi terbukti tak terbukti. Buktinya, per tanggal 30 April tahun 2022 ini di beberapa daerah akan mulai penyuntikan mati siaran televisi analog. Semoga suntikan itu benar-benar mematikan. Sehingga, LPS (Lembaga Penyiaran Swasta) yang tak ma(mp)u bersiaran digital, menjadi tak berani main ulur kematiannya dengan tetap genit mengudara di kanal analog. Saya kira deadline-jelas, semoga didukung oleh pendukung lsin yang yang juga tegas: pokoknya siaran televisi analog tidak boleh lagi mengudara. Titik. Tak ada Sandora. 

Toh telah banyak masyarakat yang pesawat televisinya sudah support DVB-T2. Juga, beberapa LPS telah pula mulai membagikan STB gratis untuk keluarga dengan ktiteria tertentu. 


☝️
Versi Youtube dari topik yang sama.

Namanya dikasih, satu unit STB cukuplah. Tetapi kalau di rumah pesawat televisinya ada dua, satu LCD, satu lagi tivi tabung. Gimana dong agar keduanya masih bisa ditonton?