![]() |
| Bongkot a.k.a kecombrang (Foto: Edi W.) |
Kembali tentang desa Senganan; ada satu komuditas sayur yang saban hari diangkut ke kota dari desa itu. Namanya bongkot (etlingera elatior). Atau Anda mungkin mengenalnya sebagai kecombrang.
Saya sebagai orang Jawa, jujur baru tahu bentuk tunas dan bunga (bagian yang lazim digunakan) kecombrang. Nah, kalau bentuknya saja baru tahu, rasanya pun baru tempo hari mencicipi. Bila dulu ada iklan dengan 'tagline' kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda, maka kesan pertama setelah saya incip sambal bongkot adalah; pih, makanan apa ini?! Ada unsur rasa 'langu' yang gagal diakrabi lidah saya.
Tetapi tak ada salahnya mencoba di lain hari. Ataukah Anda punya saran; si kecombrang ini bisa dikreasi sebagai apa selain sambal? Agar lidah saya bisa jatuh cinta.***




